Analisis bahan kimia dasar

Storage tanks on a chemical production plant

Pada halaman ini, temukan informasi mengenai solusi dan teknik analitik untuk parameter dan proses berikut:


Analisis yang sesuai dengan standar internasional

Standards

Industri bahan kimia memiliki regulasi yang ketat dari badan besar standar nasional dan internasional.

Kami menyediakan instrumen dan  berbagai aplikasinya sehingga Anda bisa memenuhi standar tersebut.

> Cari tahu bagaimana Anda bisa memenuhi standar dengan solusi dari Metrohm


Pengotor dalam asam sulfat

Asam sulfat merupakan bahan kimia yang paling banyak diproduksi di dunia. Kenyataannya, sangat penting bahwa , bersama dengan klorin, asam sulfat terkadang menjadi salah satu indikator dari perkembangan ekonomi suatu negara. Secara historis, minyak yang bernama vitriol, sudah dikenal sejak dulu.

Sebagian besar produksi asam sulfat digunakan di bidang agrikultural sebagai pupuk. Namun, daftar penggunaan asam sulfat sangat luas, termasuk dalam hal berikut:
  • Produksi zat pembersih
  • Produksi baterai (sebagai elektrolit)
  • Industri farmasi
  • Industri bahan kimia
  • Produksi resin, cat, tinta, pewarna dan polimer
Untuk hampir semua aplikasi, asam sulfat  harus cukup murni. Metrohm menawarkan berbagai teknik dan aplikasi utuk menentukan kadar pengotor. Baca lebih lanjut di bawah ini.

Transition metal impurities

Transition metal impurities can be easily and accurately determined in sulfuric acid with voltammetry. The easy-to-use, easy-maintenance, and robust Multi-Mode Electrode pro used in combination with the voltammetry system allows you to determine:
  • Chromium (with DTPA) using adsorptive stripping voltammetry
  • Molybdenum by polarography in nitric acid solution
  • Nickel and cobalt using adsorptive stripping voltammetry with dimethylglyoxime (DMG) as complexing agent
  • Iron by adsorptive stripping voltammetry with 1-nitroso-2-naphthol (1N2N) as complexing agent

> Learn more about voltammetry

> Learn more about the Multi-Mode Electrode pro

Unduh

Fluoride, chloride, and nitrate determination with ion chromatography

Ion chromatography is capable of determining fluoride, chloride, and nitrate in concentrated sulfuric acid (between 96 and 98% concentration). The method applied is conductivity detection after sequential suppression.

> Learn more about ion chromatography

Unduh

Analisis kadar air dalam bahan kimia dasar – padat, cair, dan gas

Ketika membicarakan tentang analisis kadar air, titrasi Karl Fischer merupakan metode pilihan. Pada prinsipnya, air bisa dianalisis hampir di semua bahan kimia, baik dalam bentuk padat, cair atau gas.

Di sini kita fokus pada analisis kadar air dalam garam, cairan, serta gas dan khususnya pada derivatif dalam produksi hulu. Mengingat bahan kimia yang bisa dianalisis kadar airnya dengan KF tidak terhitung jumlahnya, maka prosedur analisisnya akan berada di luar lingkup halaman ini untuk memberikan gambaran lengkap. Namun, jika Anda ingin tahu lebih banyak, silahkan mengunduh monografi Karl Fischer kami yang komprehensif.

> Pelajari lebih lanjut tentang analisis kadar air dalam padatan

> Pelajari lebih lanjut tentang analisis kadar air dalam cairan

> Pelajari lebih lanjut tentang analisis kadar air dalam gas

Unduh

Analisis dalam proses klor-alkali

Klorin berada pada peringkat 7 dalam daftar zat bahan kimia yang paling banyak diproduksi. Klorin adalah dasar untuk produksi berbagai zat intermediet yang merupakan bahan baku penting dalam industri petroleum, alumunium, kertas dan pulp, atau farmasi. Misalnya, klorin digunakan dalam 80% produksi obat.

Sejauh ini bagian terbesar – sekitar 95% – dari produksi klorin secara global diperoleh dari proses klor-alkali. Pada proses ini, klorin dan soda kaustik diproduksi dengan elektrolisis dari natrium klorida dari air garam. Soda kaustik merupakan bahan Kimia dasar penting lain yang digunakan dalam banyak proses kimia. Tiga metode elektrolisis diterapkan untuk proses klor-alkali, baik menggunakan diafragma atau merkuri atau sel membran.

Agar prosesnya efisien, air garam harus bebas dari pengotor. Hal ini menjadikan analisis bahan kimia menjadi penting.

Silakan membaca ulasan di bawah ini tentang apa yang kami tawarkan untuk analisis natrium klorida dalam air garam.

Ion dalam air garam dan alkali hidroksida menggunakan ion kromatografi

Kromatografi ion sangat ideal untuk menentukan kation (litium, natrium, amonium, kalium, kalsium, magnesium, dan stronsium) serta anion (klorat dan sulfat) dalam natrium klorida dalam air garam dan hidroksida alkali. Metode deteksi yang digunakan adalah deteksi konduktivitas.

> Pelajari lebih lanjut tentang kromatografi ion

Unduh

Titrasi: Satu metode untuk berbagai parameter

Titrasi merupakan metode yang sangat serbaguna, yang membuat berbagai macam analisis bisa dilakukan. Metrohm telah mengembangkan aplikasi untuk potensiometri, fotometri, dan titrasi termometri dari analit dalam air garam, misalnya, natrium, halida, sulfat, atau kalsium.

> Pelajari lebih lanjut tentang titrasi potensiometri

> Pelajari lebih lanjut tentang titrasi termometri

> Pelajari lebih lanjut tentang titrasi fotometri

Unduh

Iodida dalam air garam dengan voltametri

Dalam produksi klorin, teknik elektrolisis yang paling umum digunakan adalah proses membran. Proses ini membutuhkan air garam dengan tingkat kemurnian tinggi agar bisa berjalan dengan efisien. Salah satu pengotor utama yang perlu dipantau adalah iodida. Alasannya adalah bahwa iodida mudah teroksidasi di anoda dalam sel elektrolisis. Produk oksidasi yang dihasilkan mengendap di dalam membran penukar ion sehingga mengurangi umur membran.

Voltametri digunakan untuk penentuan iodida dalam air garam. Metode ini mudah dan murah serta memberikan hasil yang sangat tepat.

> Pelajari lebih lanjut tentang voltametri

Unduh

Solusi proses untuk air garam jenuh

Jika Anda perlu memonitor air garam, Anda akan tertarik pada aplikasi berikut ini:

> Kalsium dan magnesium dalam air garam

> Proses monitoring dalam proses Solvay


Urea: Lahirnya kimia organik modern

Untuk ahli kimia, urea merupakan senyawa yang istimewa. Urea adalah senyawa organik pertama yang diproduksi dari bahan anorganik yaitu amonium hidroksida dan timbal sianat. Sintesis urea mengakhiri kepopuleran dari ide vitalisme, berdasarkan hanya pada organisme hidup – biasa disebut kekuatan vital – yang mampu memproduksi senyawa organik. Sintesis ini, ditemukan oleh Friedrich Wöhler pada tahun 1828, merupakan kelahiran dari kimia organik.

Friedrich Wöhler, discoverer of urea synthesis

Dengan produksi global lebih dari 150 juta ton per tahun, urea merupakan salah satu dari 10 senyawa organik yang paling banyak diproduksi di dunia. Sebagian besar digunakan untuk pupuk nitrogen dalam bidang pertanian, dimana urea memainkan peran utama dalam memproduksi makanan untuk pertumbuhan populasi dunia.

Akan tetapi, urea juga digunakan dalam jumlah banyak di industri lainnya, seperti:

  • Pada produk dermatologi dalam industri kosmetik dan farmasi.
  • Sebagai zat aditif yang mengurangi polutan dari gas buangan dalam industri otomotif (cairan buangan diesel, DEF, atau AdBlue)
  • Sebagai bahan mentah dalam produksi melamin dan resin urea-formaldehida dalam industri polimer.

Penentuan kadar urea

Urea dapat ditentukan kadarnya secara akurat dengan titrasi menggunakan deteksi termometri. Dalam aplikasi ini, urea dilarutkan dalam asam asetat glasial dan dititrasi dengan asam trifluorometanasulfonat menggunakan isobutil vinil eter sebagai indikator titik akhir termometri. Metode ini juga dapat dilakukan sepenuhnya secara otomatis.

> Pelajari lebih lanjut tentang titrasi termometri

> Pelajari lebih lanjut tentang otomatisasi

Unduh

Menentukan pengotor dalam urea

Teknik analisis diperlukan untuk menentukan kemurnian urea. Kromatografi ion merupakan teknik yang sangat bagus untuk analisis pengotor. Anda dapat menganalisis pengotor dengan kadar yang sangat kecil secara handal dan akurat, misalnya, klorida, sianat, nitrat, dan sulfat menggunakan kromatografi anion dengan supresor kimia dan deteksi konduktivitas.

Selain itu, dalam pupuk berbasis urea, kromatografi ion dapat menentukan kadar residu amonium dan guanidinium.

> Pelajari lebih lanjut tentang kromatografi ion Metrohm

Unduh

Testimoni

Evonik Goldschmidt GmbH

"Saya telah bekerja bersama Metrohm selama 24 tahun dan mereka tidak pernah mengecewakan saya."

Christian Goetz, Manager Deputi dari laboratorium QC “Silicons” di Evonik Goldschmidt GmbH

Sigma-Aldrich

"Kami memilih Metrohm karena sistemnya yang kuat, serbaguna dan mudah dioperasikan."

Daniel Matuschka, teknisi lab QC, Sigma Aldrich, Steinheim (Jerman)

Bernd Kraft GmbH

"We decided to go with Metrohm due to the exceptional application support we get, the robust suppressor and the modular design of the system."

Dieter Bossmann, Laboratory Manager, Bernd Kraft, Germany