Petrokimia dan biofuel

Petrokimia dan biofuel

Minyak mentah merupakan campuran hidrokarbon yang sangat kompleks. Dengan desalting, distilasi, dan konversi, minyak mentah ini akan berubah menjadi fraksi hidrokarbon berkualitas tinggi seperti parafin, aromatik, naphthenes, dan olefin. Rasio yang berbeda dari senyawa yang disebut PIANO ini dicampur untuk menghasilkan jenis bahan bakar dan pelumas yang berbeda. Biasanya, bahan bakar fosil dicampur dengan biofuel.

Kedua proses pencampuran dan pemurnian tersebut menuntut dan membutuhkan analisis yang tepat serta dapat diandalkan. Terlepas apakah Anda menangani produk fosil ataupun biogenik, kami adalah spesialis ketika ketika Anda harus menganalisisnya sesuai dengan standar internasional.

Bahan bakar – Parafin, aromatik, naphthenes, olefin

Parafin, aromatik, naphthenes, dan olefin merupakan kelas petrokimia utama dimana ratusan senyawa yang menyusun bahan bakar fosil yang mudah menguap dan semi-volatil (misalnya, bensin dan diesel) berasal. Komposisi kompleks bahan bakar memerlukan metode analisis yang cepat dan akurat, baik di laboratorium maupun di proses.

Baca lebih lanjut

Biofuel

Banyak penelitian dilakukan pada teknologi biofuel canggih yang meminimalkan dampak lingkungan serta tidak bergantung pada bahan baku pangan dan area pertanian skala besar. Dalam jangka menengah, biofuel generasi mendatang memiliki potensi untuk menjadi bagian penting dari masa depan energi kita. Dalam konteks ini, analisis biofuel memainkan peran penting, baik dalam R&D maupun produksi.

Baca lebih lanjut

Pelumas

Pelumas terdiri dari minyak mentah dan sejumlah besar zat aditif untuk memberikan karakteristik yang diinginkan. Kandungan minyak mentah terdiri dari mineral, zat sintetik, atau zat yang berasal dari tumbuhan; sedangkan zat aditif utama adalah antioksidan, detergen, inhibitor korosi, zat peningkat viskositas, dll. Sehingga zat aditif harus dipertimbangkan ketika menganalisa sifat kimia dan fisik dari pelumas.

Baca lebih lanjut